Buntut Legitimasi RAPBN Memiliki masalah, Pengunjuk Rasa Bakar Kantor Konferensi Guatemala

DUNIA

Buntut Legitimasi RAPBN Memiliki masalah, Pengunjuk Rasa Bakar Kantor Konferensi Guatemala, Beberapa demonstran membakar gedung Konferensi Republik Guatemala, sesudah legitimasi RAPBN polemis yang memunculkan rangkaian kritis panjang, memacu demonstrasi anti pemerintahan.

Beberapa ratus ribu orang turun ke alun-alun kota di semua negeri dengan beberapa tuntutan dimulai dari veto RAPBN oleh presiden, penuntutan masalah korupsi sampai pemunduran diri petinggi semua cabang pemerintah dan anggota majelis konsititusional atau Konferensi. “Kami capek dengan korupsi,” kata Karla Figueroa, seorang penerjemah ke Aljazeera waktu berunjuk rasa di plaza kota Guatemala, sambil bawa plakat yang mengatakan pemunduran diri 125 dari 160 anggota legislatif negara itu. “Tidak penting pemerintahan mana yang, mereka sama juga,” sambungnya.

Memiliki jarak seputar empat blok, beberapa mahasiswa satu kampus yang berjalan ke arah plaza di pusat perkotaan stop dan menyimpan alat pemenggal kepala di luar gedung Konferensi. Beberapa polisi dengan seragam berdiri dan mengawasi beberapa anak muda memanjat bangunan Konferensi, menyepak jendela, dan lemparkan alat pembakar.Api dan asap membumbung ke luar jendela sepanjang beberapa waktu beberapa demonstran menghancurkan photo beberapa politisi. Polisi anti huru hara datang, tembakkan gas air mata, dan tampil pemadam kebakaran untuk mematikan api di beberapa gedung konferensi.

Peningkatan Sokongan Anggota Legislatif

Konferensi Guatemala menetapkan RAPBN pada Sepanjang malam, di mana bujet itu meningkatkan sokongan makan dan ongkos yang lain beberapa anggota parlemen dan memotong bujet untuk program HAM dan pengadilan.

Parlemen memotong bujet USD 25 juta untuk melawan nutrisi jelek, memacu amarah di semua negeri. Guatemala salah satunya negara dengan angka nutrisi jelek paling tinggi dunia. Waktu Konferensi menetapkan APBN itu, hujan Badai Tropis menempa daerah itu yang belum sembuh sesudah dihajar Topan Eta awalnya bulan ini. Beberapa ribu orang masih ada di evakuasi dan sebagian orang diverifikasi terkena Covid-19.

Ajakan demonstrasi semakin makin tambah meluas, terhitung meluasnya tuntutan supaya Presiden Alejandro Giammattei memveto RPABN itu. Tetapi Presiden Giammattei menampik tuntutan itu, dan Wakil Presiden Guillermo Castillo sampaikan pada Jumat, ia sudah minta supaya Giammattei bersama dengan dianya memundurkan diri untuk kebaikan negara. Saat sebelum demonstrasi mulai pada Sabtu, Giammattei menjelaskan akan berjumpa dengan beberapa faksi dan menyarankan reformasi bujet dalam hari-hari di depan. Tetapi ini tidak hentikan demonstrasi.

Salah seorang demonstran, Flori Salguero menjelaskan pengin Giammattei dan beberapa legislator yang loloskan RAPBN itu memundurkan diri. “Kami capek dengan banyak sekali perampokan. Saya tidak mau anak cucu saya tinggal di negara penuh utang ini,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *