Fakta Dan Mitos Gerhana Matahari Cincin Hari Ini 21 Juni 2020⠀

MISTERI

Gerhana matahari cincin akan terlihat pada hari ini, Minggu (21/6/2020). Gerhana cincin bisa disaksikan di 432 kota dan kabupaten yang ada di 31 provinsi. Hal ini diungkapkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) yang menyebut fenomena summer solstis, sehingga dinamakan Cincin Api Solstis cukup langka.

Dikatakan langka karena terakhir terjadi pada 21 Juni 1648 dan baru kan terulang lagi pada 21 Juni 2039 atau 19 tahun dari sekarang. Membahas soal gerhana matahari cincin, fenomena ini tak terlepas dari mitos-mitos yang beredar di tengah masyarakat. Bukan mitos biasa, melainkan menghadirkan makna khusus yang menyelipkan sisi mistis.

Mitos Gerhana Matahari Cincin

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini mitos-mitos seputar gerhana matahari cincin:

1. China telah mencatat fenomena gerhana matahari sejak 4000 tahun silam. Legenda dari China yakin akan adanya fenomena gerhana matahari cincin di mana naga langit memakan matahari. Ada pun yang mengatakan jika masyarakat China kuno menyembunyikan beragam barang supaya naga tidak kabur.

2. Mitologi Hindu menyatakan fenomena gerhana matahari cincin terjadi akibat kepala tanpa tubuh yang memakan matahari. Kepala tersebut milik Iblis Raghu yang ingin mencuri ramuan keabadian. Matahari dan bulan melihat tindakan Rahu dan mengadukan kepada Dewa Wisnu. Kesal Rahu terus mengejar matahari dan bulan untuk dimakan, akhirnya Wisnu memenggal kepalanya sendiri.

3. Mitos selanjutnya fenomena terjadi akibat matahari yang dimakan hewan. Legenda Choctaw mengatakan tupai hitam ingin makan mathara. Berbeda lagi dengan legenda Smithsonian yang menyebut Kelelawar Abadi atau Jaguar Langit memakan matahari untuk pertanda akhir dunia.

Fakta Gerhana Matahari Cincin hari ini

Akun Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa @lapan_i mengunggah pengumuman wilayah dan apa yang dilakukan saat berlangsungnya gerhana matahari cincin. Berikut faktanya:

1. Sinar UV Matahari dapat membakar retina mata secara matahari. Untuk mengamati matahari (saat gerhana atau tidak) gunakan Binokular atau teleskop dan kamera DSLR dengan filter khusus. Bisa juga menggunakan kacamata dengan filter matahari.

2. Selain durasi yang berbeda, ada juga wilayah di Indonesia yang tidak bisa menyaksikan fenomena tersebut. BMKG menyatakan setidaknya terdapat 83 pusat kota yang tidak bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin. Hal ini dikarenakan nilai magnitudo di beberapa wilayah kurang dari 0 dan salah satunya di Jakarta.

3. Fenomena ini ternyata bisa disaksikan juga di beberapa negara lain di dunia, seperti di Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, China, hingga Samudera Pasifik.d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *