Murid Keroyok Guru 1 Melawan 5 Dengan Siswanya

Murid Keroyok Guru 1 Melawan 5 Dengan Siswanya

DUNIA

DOMAINEMPORIA.COM, BERITA DUNIA – Dunia pendidikan di Provinsi Jawa Tengah (Jawa Tengah) dikejutkan oleh tindakan para siswa yang dicatat saat memukuli seorang guru di ruang kelas. Siswa yang tidak sopan dikenal sebagai siswa SMK NU 3 Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Video 25 detik merekam sejumlah siswa bergabung dengan seorang guru bernama Joko Susilo di kelas. Dalam video itu, sejumlah siswa terlihat berkumpul dan bersorak, sementara Joko Susilo, yang menerima perlakuan seperti itu dari murid-muridnya, juga tampak bereaksi.

Murid Keroyok Guru 1 Melawan 5 Dengan Siswanya

Video intimidasi itu viral di media sosial dan mengejutkan warga. Akun media sosial, terutama Twitter dan Instagram telah terlihat berulang kali berbagi video, salah satunya adalah akun @patrickbernans.

Video yang diunggah pada 10 November telah dibagikan lebih dari 9.800 kali dan ditonton oleh lebih dari 530.000 tontonan dan telah menarik banyak komentar dari warga.

Bocah barbar. Semoga gurunya akan selalu mendapatkan kesehatan, memiliki rezeki, dikelilingi oleh orang yang memiliki hati nurani dan ingin membantu menindaklanjuti kasus ini secara adil, tulis pemilik akun Putimustika.

Sangat menyedihkan melihat bagaimana Tuhan ingin menangis. Hanya untuk siswa yang berteriak, mencubit dan segera membawa saluran hukum, kata akun Monmaapdeh.

Ya Tuhan, hatiku hancur, ayahku sudah tua. Anak-anak yang malang, apa sulitnya menjadi guru?

“Sedih. Sekarang anak-anak benar-benar krisis moral dan kesopanan yang sama untuk yang lebih tua. Bahkan dengan guru. Bahkan jika guru seperti orang tua kedua, bagaimana mungkin mereka dihancurkan. Apa itu manusia setan? orang tua “

Gatot menambahkan bahwa dalam pengajaran di kelas, seorang guru harus menggunakan metode 4M, yaitu Menyenangkan, Menyenangkan, Pendidikan dan Memperkuat. Metode ini dilakukan agar siswa tidak mudah bosan dalam menerima pelajaran di kelas.

Namun, guru harus menjaga rasa saling menghormati dan perilaku yang tidak sembrono. Perilaku bercanda tidak boleh terlalu jauh, bahkan sampai ke titik di mana ia viral di dunia maya dan menyebabkan sensasi.

Kalau itu lelucon, berarti gurunya nekat. Padahal, gurunya tidak salah, memberikan sikap yang akrab kepada siswa. Tapi ya, ada batasnya,” tambah Gatot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *